Jumat, 01 Februari 2019

Tugas

          KATA PENGANTAR


       Puju syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karna atas berkat
rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Proposal yang saya susun berjudul
           “MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA”


       Selain itu saya juga mengharapkan agar proposal ini dapat menjadi acuan
untuk melakukan instalasi bangunan sederhana. Penyelesaian proposal ini tidak
terlepas dari bantuan dari berbagai pihak baik secara moril maupun materil.


       Saya menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karna itu semua kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak
sangat kami harapkan, agar dalam penyusunan karya tulis berikutnya dapat lebih
baik. Akhir kata semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi pembaca.




















Bekasi, 31 Januari 2019



Penulis




 


                                                        DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR ……….…………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1
        1.1. Latar Belakang …………………………………………………….... ...1
        1.2. Tinjauan Pustaka …………………………………………………….....1
        1.3. Perumusan Masalah …………………………………………………....2
        1.4. Batasan Masalah …………………………………………………….....2
        1.5. Tujuan dan Manfaat …………………………………………………....2


BAB II LANDASAN TEORI ……………………………………………………3

        2.1. Pengertian …………………………………………………………… ..3
        2.2. Ketentuan umum perancangan …………………………………… ......3
     
BAB III PERENCANAAN ……………………………………………………..4

        3.1. Material ……………………………………………………………… 4
        3.2. Biaya komponen…………………………………………………….  .4

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN…………………………………....5

         4.1. Standarisasi dan persyaratan……………………………………….....5
         4.2. Tahapan pemasangan instalasi……………………………………......5
         4.3. Pembagian daya……………………………………………………....5
         4.4. Perhitungan daya……………………………………………………..5

BAB V PENUTUP……………………………………………………………...6

         5.1. lampiran………………………………………………………………6
         5.2. kesimpulan…………………………………………………………....6
         5.3. saran…………………………………………………………………..6
         5.4. daftar pustaka………………………………………………………...6


                                                               BAB I


                                                      PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

       Listrik merupakan energy yang bersih, mudah dibangkitkan,
disalurkan, dikendalikan dan dapat diubah dalam berbagai bentuk energy lain
seperti cahaya, gerak, panas dan sebagainya. Oleh karna itu listrik banyak
dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan, baik dalam rumah tangga,
industry, komersial, maupun pelayanan umum.

       Pada saat sekarang ini litrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi
manusia. Tanpa energy tersebut maka secara otomatis keberadaan peralatan
yang menggunakan sumber listrik akan sulit untuk berfungsi. Listrik sebagai
penerangan saat ini sangat dibutuhkan baik itu dikota-kota besar maupun
pedesaan yang sampai pada saat ini masih minim mendapatkan supply enegi
listrik.

       Pada lokasi pedesaan sangat dibutuhkan energy listrik sebagai
panerangan dan tunjangan hidup mereka. Pada umumnya instalasi penerangan
hanya menggunakan penerangan yang sederhana.


1.2. Tinjauan pustaka

       Seiring dengan berkembangnya pemikiran masyarakat, masyarakat
menganggap instalasi listrik pada setiap bangunan tidak begitu penting
sehingga banyak yang membuat suatu instalasi asalan saja. Berdasarkan
permasalahan diatas, maka rumusan permasalahan penelitian ini adalah
“MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA”
Saya melakukan perancangan instalasi listrik rumah sederhana berdasarkan PUIL 2000 sebagai acuan dalam pelaksanaan perancangan instalasi listrik bangunan sederhana.

1.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan peermasalahan sebagai
berikut :

1. Bagaimana cara merancang instasi listrik pada bangunan sederhana?
2. Bagaimana cara instalasi rumah sederhana yang sesuai dengan
Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000).

1.4. Batasan Masalah

Peraturan instalasi rumah sederhana terdapat dalamPUIL 2000. Kali ini hanya
terbatas pada peracangan instalasi banguan sederhana.

1.5. Tujuan

Agar dapat merancang instalasi listrik bangunan sederhana sesuai dengan
rancangan gambar instalasi yang telah dibuat agar lebih memahami.




                                                                 BAB II

                                                       LANDASAN TEORI


2.1. Pengertian

       Pengertian rancangan instalasi listrik adalah berkas gambar rancangan
dan uraian teknik, yang digunakan sebagai padoman untuk melaksanakan
pemasangan suatu instalasi listrik
Tujuan perancangan suatu instalasi listrik adalah untuk menjamin :

1. Keselamatan manusia, mahluk hidup lain dan keamanan harta
    benda.
                 2. Berfungsinya instalasi listrik dengan baik sesuai dengan maksud
                     dan penggunaannya.

2.2. Ketentuan Umum Perancangan

        Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk
rumah terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang
sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah atau bangunan
dimana instalasi akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat
pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan, dan syarat tersebut tidak
terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib yang
mengeluarkan peraturan yaitu PLN.

Syarat-syarat pekerjaan instalasi :
1. Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana
instalasinya akan dipasang serta rencana penyambungan
dengan jaringan PLN.

Gambar instalasi yaitu rencana penempatan semua peralatan listrik yang
       akan dipasang dan sarana pelayanannya, misalnya : titik lampu, saklar,
       kotak kontak, panel hubung bagi, dan data teknis yang penting dari setiap
perlatan listrik yang akan dipasang.

2. Rekapitulasi, rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari
komponen yang akan diperlukan antara lain :

·   Rekapitulasi material
·   Rekapitulasi daya
     Oleh karna itu dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan diatas
semua pekerjaan listrik termasuk pemasangan instalasi penerangan dan
instalasi tenaga pada suatu bangunan atau rumah akan bekerja dengan
baik. Hal ini juga sangat berguna bagi seorang perencana yang terampil.



                                                                  BAB III

                                                          PERANCANGAN


3.1. Material yang di gunakan
       
1. Kabel Phasa Hitam = NYY / NYM 1,5 mm
        2. Pipa Conduit = Clipsal
        3. 4 buah Lampu Neon (TL) = Phillips / setara
        4. 11 Buah Lampu Pijar = Phillips
        5. 1 Mcb 9 Ampere
        6. 1 Kwh
         7.  Kabel Netral Biru = NYY / NYM 1,5 mm
         8.  10 Buah Saklar Seri/Ganda = panasonic
         9. 7 Buah Stop Kontak

3.2. Biaya dari setiap komponen
        1 . Lampu Neon 20 Watt = 34.000  x 4 = 136.000
        2. Kabel Phasa Hitam
            NYY 50M = 322.000
            NYM 50M = 293.000

        3. Kabel Netral Biru
             NYY 50M = 322.000
             NYM 50M = 293.000
        
         4. Lampu Pijar = 20.000 x 11 = 220.000
         5. Saklar Tunggal = 75.000 x 10 = 750.000
         6. Saklar Seri =  20.000 x 1 = 20.000
         7. Stop Kontak = 17.000 x 7 = 119.000
         8. Mcb = 9 Ampere
         9. Lampu bohlam = 50.000 x 2 = 100.000


                                                                   BAB IV

                                               ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Standarisasi dan Persyaratan
       Tujuan standarisasi ialah mencapai keseragaman antara lain :
                    1. Ukuran bentuk dan mutu barang
            2. Cara menggambar dan cara kerja

         Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan
otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dan alat dapat
digunakan secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat
menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu.

         Standarisasi membatasi jumlah jenis barang, sehingga mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan.

4.2. Tahapan pemasangan instalasi

               
Listrik termasuk elemen paling penting yang memiliki
        peran utama dalam mendukung kegiatan rumah tangga. Selain sebagai
        sumber penerangan dan sebagai pendukung dalam berbagai hal lain.
        Instalasi-instalasi listrik rumah yang baik umumnya
        mengikuti struktur atau rencana sehingga pasokan listrik untuk setiap
        kamar dapat didistribusikan secara merata. Yang perlu diperhatikan
        adalah rencana peletakan setiap komponen listrik, misalnya penentuan
        jalur yang akan digunakan sebagai jalur yang akan digunakan sebagai
        saluran utama. Penentuan jalur termasuk penentuan titik cabang yang
        terhubung dengan masing-masing komponen harus lebih efektif sehingga
        setiap trak sirkuit terpasang dengan rapih, efisien, dan aman bagi
        penghuni rumah. Daya listrik pada rumah sederhana biasanya hanya
       1300Va, ada juga yang memasang denga daya 2200Va.


                            

                                                    Gambar1.denah rumah beserta instalasi

                            untuk instalasi rumah yang dibuat yaitu tipe 70 dengan daya 1300Va.
4.3. Pembagian daya
         1 .  Stop Kontak 1 = 100 Watt (kipas)
               Stop Kontak 2 = 100 Watt (Kipas)
               Stop Kontak 3 = 120 Watt (Tv)
               Stop Kontak 4 = 250 Watt (mesin Cuci Saat Mencuci)
                                   300 Watt (Mesin Cuci Saat Mengeringkan )

Stop Kontak 5 = 80 Watt (Kulkas 1 Pintu )
Stop Kontak 6 = 300 Watt ( Rice Cooker)
Stop Kontak 7 = 10 Watt (chasan Hp)

2. Lampu Neon  1 = 20 Watt
    Lampu Neon 2  = 20 Watt
    Lampu Neon 3  = 20 Watt
    Lampu Neon 4  = 20 Watt

3.  Lampu Pijar 1   = 26 Watt
     Lampu Pijar 2  = 10 watt
     Lampu Pijar 3  = 10 Watt
     Lampu Pijar 4  = 10 Watt
     Lampu Pijar 5 = 10 Watt
     Lampu Pijar 6 = 10 Watt
     Lampu Pijar 7 = 10 Watt
     Lampu Pijar 8 =  10 Watt
     Lampu Pijar 9 = 10 Watt
     Lampu Pijar 10 = 10 Watt
     Lampu Pijar 11 = 26 Watt



4.4. Perhitungan daya
        

         1 .  Stop Kontak 1 = 100 Watt (kipas)
               Stop Kontak 2 = 100 Watt (Kipas)
               Stop Kontak 3 = 120 Watt (Tv)
               Stop Kontak 4 = 250 Watt (mesin Cuci Saat Mencuci)
                                   300 Watt (Mesin Cuci Saat Mengeringkan )
Stop Kontak 5 = 80 Watt (Kulkas 1 Pintu )
Stop Kontak 6 = 300 Watt ( Rice Cooker)
Stop Kontak 7 = 10 Watt (chasan Hp)

Jadi Daya Yang Di pake Di semua Stop Kontak = 1.010 Watt

2. Lampu Neon  1 = 20 Watt
    Lampu Neon 2  = 20 Watt
    Lampu Neon 3  = 20 Watt
    Lampu Neon 4  = 20 Watt

Jadi Daya Yang Di pake Di semua Lampu Neon = 80 Watt

3.  Lampu Pijar 1   = 26 Watt
     Lampu Pijar 2  = 10 watt
     Lampu Pijar 3  = 10 Watt
     Lampu Pijar 4  = 10 Watt
     Lampu Pijar 5 = 10 Watt
     Lampu Pijar 6 = 10 Watt
     Lampu Pijar 7 = 10 Watt
     Lampu Pijar 8 =  10 Watt
     Lampu Pijar 9 = 10 Watt
     Lampu Pijar 10 = 10 Watt
     Lampu Pijar 11 = 26 Watt

           jadi Daya Yang di pake di semua Lampu Pijar = 142 Watt

    Jadi Daya Yang di pake di semua komponen Instalasi Listrik Rumah Tipe 70 adalah
    1.010 Watt + 80 Watt + 142 Watt = 1.232 Watt



                                                                         
                                                                   BAB V
                                                                PENUTUP



5.1. Lampiran





                                                                       Gambar 2. lampu led 5 watt


                                                                       Gambar 3. Lampu spiral 20 watt
  




                                                                           Gamabar 4. Lampu bohlam 26 watt

                                                                           Gambar 5. Saklar tunggal

                         Gambar 7. Stop kontak

                          Gambar 6. Saklar seri
5.2. Kesimpulan

      Berdasarkan hasil yang didapat dari instalasi listrik bangunan
sederhana dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Instalasi rumah tinggal semakin bagus bila direncanakan dahulu
    sebelum dilakukan pemasangan instalasi.
2. Bahan harus sesuai dengan ketentuannya masing-masing, sehingga
    tidak terjadi kecelekaan.
3. Gunakan peralatan yang aman saat melakukan instalasi.
4. Pembagian daya harus diperhatikan agar tidak terjadi pembebanan
    pada suatu grup saja.
5. Penggunaan fuse (MCB) harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk
           mengurang kebakaran.


5.3. Saran
1. Bagi masyarakat, pentingnya perancangan instalasi listrik adalah
    untuk menentukan titik-titik penerangan pada rumah tinggal
2. Bagi tenega instalatir agar selalu memperhatikan mutu dan
    keamanan serta keselamatan pengguna listrik.
3. Yang menginstalasi listrik rumah tinggal harus mengetahui kode
    yang diberikan 13




Rabu, 24 Oktober 2018

EKONOMI TEKTIK

EKONOMI TEKNIK
1. Pengertian Ekonomi Teknik
Definisi Ekonomi Teknik : Disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik yang terdiri dari evaluasi sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik.
2. Ruang Lingkup Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik (Engineering Economics) mencakup prinsip-prinsip dan berbagai teknis matematis untuk pengambilan keputusan ekonomis. Dengan teknik-teknik ini, suatu pendekatan yang rasional untuk mengevaluasi aspek-aspek ekonomis dari alternatif-alternatif yang berbeda dapat dikembangkan. Secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan terbesar ekonomi teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau investasi paling sedikit memberikan kerugian (Least Costly) atau yang memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable).
Studi ekonomi teknik membantu dalam mengambil keputusan optimal untuk menjamin penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi teknik harus diadakan sebelum setiap uang akan diinvestasikan/dibelanjakan atau sebelum komitmen-komitemen diadakan. Studi ekonomi teknik dimulai dari sekarang (now). Kesimpulan-kesimpulannya bergantung pada prediksi kejadian-kejadian (event) yang akan datang.
Studi-studi ekonomi teknik membutuhkan waktu untuk perhitungan-perhitungan yang cermat. Meskipun studi-studi sistematis ini bukan suatu instrumen kecermatan/keseksamaan (precission), melibatkan banyak faktor, perlu berdasarkan estimasi biaya-biaya dan pendapatan-pendapatan yang akan menjadi sasaran kesalahan (error), kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang benar dalam membandingkan alternatif-alternatif peralatan akan jauh lebih besar dengan estimasi-estimasi rinci daripada keputusan-keputusan yang akan diambil atas dasar pengalaman atau intuisi seseorang. Bisnis yang sehat akan mendasarkan pada keputusan-keputusan yang sudah diperhitungkan dengan cermat. Oleh sebab itu, untuk keputusan-keputusan manajemen, faktor pengalaman dan pertimbangan saja ada.
Tugas-tugas Ekonomi Teknik adalah Menyeimbangkan berbagai tukar rugi diantara tips-tips biaya dan kinerjanya.
3. Prinsip – Prinsip Kerja Ekonomi Teknik
Ø  Membuat alternatif (keputusan) : Pemilihan keputusan diantara alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan kemudian didefinisikan untuk analisis-analisis selanjutnya.
Ø  Fokuskan pada perbedaan-perbedaan : Jika semua alternatif yang layak tepat sama, maka tidak ada dasar atau perlunya perbandingan.
Ø  Gunakan sudut pandng yang konsisten : Hasil-hasil yang prospektif dari alternatif-alternatif harus dikembangkan secara konsisten dari sudut pandang yang telah didefinisikan.
Ø  Gunakan satu ukuran umum : Dengan menggunakan satu pengukuran yang umum untuk menghitung sebanyak mungkin hasil-hasil prospektif akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif yang di dapat.
Ø  Pertimbangkan kriteria yang relevan : Pemilihan alternatif yang disukai memerlukan penggunaan satu atau beberapa kriteria. Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyatakan dalam satuan monetr yang dinyatakan dalam satuan pengukuran lain.
Ø  Membuat tugas suatu ketidakpastian : Ketidakpastian terkadang langsung memproyeksikan atau memperkirakan hasil-hasil alternatif di masa datang dan harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya.
Ø  Tinjau kembali keputusan-keputusan anda : Perbaiki hasil keputusan terhadap hasil dari suatu proses penyesuaian diri terhadap yang dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang diperkirakan semula dari alternatif terpilih secara berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya.
4. Proposal Teknik dan Hubungannya Dengan Ekonomi Teknik
Proposal teknik adalah suatu usulan maupun rancangan dari suatu aktifitas kegiatan atau penelitian yang memerlukan dukungan dari individu atau kelompok, baik secara formal maupun standar.
Proposal Teknik adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian sebelum seorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi.
4. Pengertian Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan adalah tahap-tahap yang harus dilalui dalam membuat suatu keputusan. Tahap-tahap yang dimaksud ini adalah sebuah kerangka dasar, dari kerangka tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa tahap-tahap yang lebih khusus dan lebih operasional.
5. Tahapan – Tahapan Dalam Proses Pengambilan Keputusan
Secara umum, proses pengambilan keputusan terdiri atas tiga tahap, yaitu sebagai berikut :
    Ø     Penemuan Masalah: Tahap ini merupakan tahap untuk mendefinisikan masalah dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah. Contohnya : berawal dari isu, yang kemudian menjadi kabar / kejadian nyata.
    Ø  Pemecahan Masalah: Tahap ini merupakan tahap penyelesaian terhadap masalah yang sudah ada. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :
·         Identifikasi alternatif - alternatif keputusan dalam memecahkan masalah.
·         Perhitungan mengenai factor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa - peristiwa di masa mendatang.
·         Pembuatan alat (sarana) untuk mengukur hasil,biasanya berbentuk tabel hasil.
·         Pemilihan dan penggunaan model pengambilan keputusan.
   Ø  Pengambilan Keputusan: Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi tertentu.
6. Analisa Pengambian Keputusan
Analisis adalah pemilihan atas dua alternatif dengan cara menentukan selisih cash flow dari kedua alternatif, umumnya dipakai untuk menentukan IRR dari dua alternatif yang memiliki keseluruhancash flow negative (kecuali nilai sisa).Analisis biasanya dinyatakan juga sebagai biaya diferensial, biaya marjinal, atau biaya relevan. Analisis ini fleksibel, dimana data dapat dihitung dan disajikan untuk alternatif keputusan berdasarkan periode, seperti hari, minggu, bulan atau tahun.
Analisis incremental digunakan dalam pengambilan keputusan ketika jumlah dari alternatif keputusan dan keadaan alam sangat besar. Penggunaan tabel payoff atau pohon keputusan mungkin terlalu rumit untuk digunakan, sehingga dalam pengambilan keputusan dilakukan pendekatan yang telah disederhanakan. Pendekatan ini membantu pemimpin perusahaan untuk melakukan sejumlah keputusan yang tepat dalam waktu yang relatif singkat. Analisis ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti bidang pemasaran atau bidang produksi.
7. Pemecahan Masalah
John Dewey seorang filsuf Amerika mengatakan “Suatu masalah yang didefinisikan secara benar adalah masalah yang sebagian telah terselesaikan”.Itu berarti hanya masalah yang telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk diselesaikan, tanpa mengenali masalah dengan benar kita akan tersesat sehingga solusi yang tepat tidak akan pernah tercapai. Masalah dapat dikenali oleh berbagai pihak terkait, bisa oleh pemilik masalah sebagai pengambil keputusan, pemecah masalah seperti insinyur atau manajer, atau oleh para operator yang langsung berhubungan dengan hal - hal teknis.
8. Contoh Masalah
Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual. Biaya yang diperlukan
untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur, asuransi, biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. 9.200.000.
Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.
Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat, pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp. 15.000.000. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut, gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. 3.300.000 tiap tahun. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik, pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. 400.000, Rp.1.100.000, dan Rp. 300.000. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp. 1.300.000 tiap tahun. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. Jika suku bunga i = 9% (MARR), tentukan alternatif mana yang dipilih. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut :
NPW = 0 = -15.000.000 + 2.800.000 (P/A, i%, 10)
Atau NAW = 0 = -15.000.000 (A/P, i%, 10) + 2.800.000
Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13,3%.
Karena i = 13,3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.
Jika digunakan perhitungan EUAC maka diperoleh :
EUAC (A) = Rp. 9.200.000
EUAC (B) = 15.000.000 (A/P, 9%, 10) + 3.300.000 + 400.000 + 1.100.000 + 300.000 +  300.000
= Rp. 8.737.000.
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain:
o   Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
o   Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
o   Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus uang masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget uang misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

Penyusunan Cash Flow

Ada empat langkah dalam penyusunan cash flow, yaitu :
·         Menentukan minimum uang. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
·         Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
·         Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
9. Cash Flow
          Cash flow adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas kegiatan operasi, kegiatan transaksi, investasi dan kegiatan transaksi kegiatan pembiayaan/pendanaan serta kenaikan dan penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan dalam satu periode.
            Fungsi dari cash flow secara umum yaitu melihat aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu. Cash flow memiliki 3 fungsi lainya, yaitu:
·         Fungsi likuiditas
·         Fungsi anti inflasi
·         Fungsi capital growth
Langkah – langkah penyusunan cash flow, yaitu:
Ø  Menentukan minimum uang. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran uang.
Ø  Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayarkembali pinjaman dari pihak ketiga.
Ø  Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas final.
10. Contoh Cash Flow
PT A
LAPORAN CASH FLOW
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 OKTOBER 2018
Arus kas yang berasal dari kegiatan operasional
Laba bersih menurut laporan laba rugi                                                200.000,00
Ditambah:
Biaya depresiasi:                                             20.000,00
Penurunab:                                                      10.000,00
Kenaikan utang jangka pendek:                      15.000,00
Kenaikan utang biaya                                                 5.000,00
Laba penjualan aktiva tetap                            10.000,00
                                                                                    60.000,00
Dikurangi :
            Kenaikan biaya dimuka:                     2.500,00
            Kenaikan piutang usaha:                     5.000,00
            Penurunan utang pajak:                       2.500,00
                                                                                    10.000,00
                                                                                                            250.000,00
Aliran kas bersih dari kegiatan operasi
Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi:       60.000,00
Kas keluar untuk membeli peralatan :             150.000,00
Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi:                              90.000,00
Aliran kas dari kegiatan keuangan
Kas yang diterima dari penjualan saham :                  200.000,00
Dikurangi
            Kas untuk membayar dividen:            25.000,00
            Kas untuk membayar utang :              125.000,00
                                                                                    150.000,00
Aliran kas masuk note dari kegiatan keuangan:                                  50.000,00
Kenaikan kas:                                                                                      210.000,00
Saldo kas pada awal bulan:                                                                 50.000,00
Saldo kas pada akhir bulan:                                                                260.000,00


Itulah contoh cash flow yang bisa anda pelajari dan untuk diterapkan di perusahaan anda sendiri.

            http://safrizaldepp.blogspot.com
            https://www.slideshare.net