Sabtu, 15 April 2017

Memanusiakan Manusia

Manusia dan Cinta Kasih.

Cinta secara sederhana bisa dikatakan sebagai paduan rasa simpati antar dua makhluk. Sampai dengan sekarang ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa cinta itu tidak lebih dari sekedar perasaan menyenangkan yang untuk mengalaminya orang harus terjatuh ke dalamnya. 
Sikap seperti itu pada prinsipnya berdasar pada pendapat-pendapat berikut:
•    Beberapa manusia menyatakan masalah cinta pertama-tama sebagai masalah dicintai dan bukan masalah mencintai.
•    Permasalahan cinta merupakan persoalan objek dan bukan masalah bakat
•    Mencampuradukkan antara pengalaman mula pertama jatuh cinta dan keadaan tetap berada dalam cinta. 
Cinta memiliki hubungan pengertian dengan kemesraan, kasih sayang (perasaan simpati yang tulus), belas kasihan, dan aktivitas pemujaan (sebagai wujud cinta manusia pada Tuhan) . 
Kasih Sayang, adalah penerapan perasaan sayang, cinta, atau suka kepada seseorang. 
Berbagai bentuk kasih sayang: 
•    Bentuk kasih sayang dimana orang tua bersikap aktif sementara anak bersikap pasif (berdampak dimana anak merasa takut, kurang percaya diri menyatakan pendapat, minder dan tidak berani)
•    Kasih sayang dimana seorang anak bersikap aktif sementara si orangtua bersikap pasif.
•    Bentuk kasih sayang dimana orang tua bersikap pasif sementara sianak juga bersikap pasif. 
Seperti itulah konsep memanusiakan manusia melalui cinta kasih.

Manusia dan Keindahan

Keindahan berasal dari kosakata indah, yang artinya bagus, cantik, permai,  elok, molek, dan lainnya. Keindahan itu bersifat universal, berarti tidak terikat oleh selera perorangan, selera mode, waktu dan tempat, kedaerahan atau lokal. Keindahan dalam artinya yang luas, mengandung pengertian ide atau gagasan kebaikan. Sementara Keindahan dalam arti estetik murni, menyangkut pengalaman estetika seorang manusia dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diterapkannya. Keindahan dalam arti terbatas ialah keindahan yang hanya menyangkut suatu benda yang dapat diserap dengan indera penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna.
Ciri-ciri keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan, keseimbangan (balance) dan keselarasan (harmoni), simetri, dan pertentangan ’kontra’. Jadi keindahan adalah tersusun dari keselarasan dan pertentangan dari garis, bentuk, kata-kata, nada dan warna,

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita dari kata bahasa sansakerta dhara artinya menanggung atau menahan. Derita artinya merasakan atau menanggung sesuatu yang tidak diinginkan. Penderitaan dapat berupa jasmani ataupun rohani. Penderitaan dapat disebabkan dari dalam dan luar diri manusia.

Manusia dan Keadilan

Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban ”Wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun itu terhadap diri sendiri, atau orangtuamu dan kaum kerabatmu” 

Manusia dan Pandangan Hidup


Pandangan hidup seseorang terdiri atas sikap hidup, kebajikan dan cita-cita. Cita-cita, sikap hidup dan kebajikan itu tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Kebaikan atau Kebajikan perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, yaitu yang sesuai dengan etika atau norma-norma agama. Manusia melakukan perbuatan baik, karena menurut fitrahnya melakukan kebaikan sebagai makhluk bermoral. Atas dorongan jiwanya manusia cenderung berbuat baik.


sumber :
https://sistempengetahuansosial.blogspot.co.id/2015/08/konsep-memanusiakan-manusia.html?m=1

Rabu, 15 Maret 2017

ILMU BUDAYA DASAR

Latar belakang Ilmu Budaya Dasar

        Latar belakang ilmu budaya dasar bermula dari kritik yang diberikan oleh sejumlah cendikiawan mengenai system pendidikan kita yang dinilai sebagai warisan system pendidikan pemerintahan Belanda pada masa penjajahan. Sampai sekarang, system pendidikan yang terkotak-kotak telah menghasilkan banyak tenaga ahli yang berpengalaman dalam disiplin ilmu tertentu. Padahal pendidikan itu seharusnya lebih ditujukan untuk menciptakan kaum cendikiawan daripada mencetak tenaga yang terampil. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai sumber utama bagi pembangunan Negara secara menyeluruh.

   Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana. Perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai pengetahuan yang terdiri atas :

1. Kemampuan akademis yang merupakan kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berfikir logis.

2. Kemampuan profesional yang merupakan kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang   bersangkutan.

3. Kemampuan personal yang merupakan kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarkat Indonesia.

 Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berikut contohnya:

1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya

2. Membangunan telah membawa perubahan dalam masyarakat yang menimbulkan pergeseran system nilai budaya dan sikap yang mengubah anggota masyarakat terhadap nilai-nilai budaya

3. Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi, membawa pengaruh terhadap intensitas kontak budaya antarsuku maupun dengan kebudayaan dari luar.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Tujuan belajar ilmu budaya dasar adalah dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah :

1. Menimbulkan minat untuk mendalaminya.

2. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.

3. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.

4. Menyadarkan kita  terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.

Ilmu budaya dasar hubungan nya dengan manusia dan kebudayaan

       Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia

       Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksud- nya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia. Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan Kebudayaan : 


1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
    Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasa
     nya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang
     melamar. 

2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
    Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang di besar
    kan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri
    di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap
    percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value ).

3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
   Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi,
   rendah dan menengah. 

4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
    Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang
    berbeda-beda di kalangan umatnya.

5. Kebudayaan berdasarkan profesi
    Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara
    dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul.


HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan Ilmu Budaya Dasar, karena materi-materi yang diulas oleh Ilmu Budaya Dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni.
Selain itu hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. Sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. Bayangkan jika manusia hidup tanpa seni, hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi. Maka akan mengganggu kejiwaan atau psikologis manusia.



KESIMPULAN

Hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan (Sastra) sangat erat atau saling berkaitan satu sama lain. Dalam kehidupan manusia baik Ilmu Budaya Dasar dan Kesusastraan (Sastra) sangat dibutuhkan dan saling mempengaruhi terutama dalam berekpresi. Dalam berekspresi manusia harus memperhatikan hal-hal yang tidak melanggar aturan atau norma, hal tersebut merupakan termasuk dalam Ilmu Budaya Dasar. Selain itu berekspresi juga merupakan dari seni, seni termasuk dalam kesusastraan (Sastra). Jadi, Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan (Sastra) sangat erat atau saling berkaitan satu sama lain.

SUMBER :


Selasa, 17 Januari 2017

Rangkaian Full Header


Langkah-langkah dalam membuat rangkaian tersebut :

1. Buka aplikasi proteus

2. Untuk mencari symbol gerbang logika yaitu dengan meng-klikn pic from libraries dan komponen yang di gunakan adalah gerbang AND, OR , XOR , LOGIC PROBE DAN LOGIC STATE

3. Setelah di pilih gerbang logika yang di pilih lalu susunlah kompenen tersebut seperti pada gambar di atas

4. Selesai.

Sabtu, 14 Januari 2017

Malam Ini Terjadi Gerhana Bulan Penumbra, Tapi Susah Dilihat

Jakarta - Setelah gerhana matahari total pada 9 Maret 2016, malam ini terjadi gerhana bulan penumbra. Namun gerhana bulan jenis ini tidak terlalu istimewa dan susah dilihat.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin, gerhana bulan penumbra malam ini merupakan kelanjutan dari gerhana matahari pada Rabu (9/3) lalu. Gerhana matahari memang selalu diawali atau diakhiri dengan gerhana bulan.

"Gerhana matahari itu selalu diikuti atau didahului dengan gerhana bulan. Jadi 2 minggu sebelum atau sesudahnya, atau dalam kasus tertentu bisa sebelum dan juga sesudah gerhana matahari ada gerhana bulan," ungkap Thomas saat dihubungi detikcom, Rabu (23/3/2016).

Gerhana bulan penumbra terjadi di seluruh Indonesia pada 23 Maret 2016 dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan akan berakhir pada 20.55 WIB. Hanya saja, manusia tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang.

"Tapi tidak bisa dikenali, kalau cerah hanya seperti purnama biasa saja. Secara kasat mata sulit dikenali. Jadi hanya meredup purnama itu, susah dilihat. Dengan kamera pun juga sulit dikenali," jelas Thomas.

Menurut Thomas, gerhana bulan penumbra juga tidak memiliki keistimewaan. Tidak ada dampaknya pada alam atau hal lainnya. Manusia biasa bahkan biasanya tidak menganggap ini sebagai gerhana bulan.

"Nggak ada istimewanya. Awam tidak melihat itu sebagai gerhana karena hanya meredupnya purnama. Nggak ada pengaruhnya, apalagi ini hanya gerhana bulan penumbra. Jadi hanya bayangan sekunder dari bumi, sehingga samar. Kalau gerhana umbra atau gerhana bulan, bayangan utama dari bumi. Ini hanya meredupnya purnama. Sulit dilihat atau dipotret, kecuali dengan alat ukur," bebernya.

Pada gerhana malam ini, bulan tidak akan masuk dalam umbra bumi sehingga tidak terjadi gerhana bulan sebagian atau pun total. Bulan hanya berada dalam kerucut penumbra bumi sehingga dalam kondisi tersebut, bumi hanya menghalangi sebagian cahaya matahari untuk mencapai permukaan bulan. Bumi pun menutupi sebagian permukaan bulan itu.

"Hanya purnama meredup sedikit, nggak terlalu jelas. Beda dengan gerhana umbra atau gerhana bulan, awam tidak mengenal itu. Itu hanya di dunia astronomi saja," tutup Thomas. 
(elz/nrl)

Apakah Gerhana Bulan Penumbra Berbahaya?
Sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Gerhana Bulan Penumbra tidak akan terlalu terlihat dengan kasat mata, Anda butuh teleskop untuk melihat perubahan redupnya Bulan akibat memasuki bayangan penumbra Bumi.

Anda juga tidak disarankan menggunakan kacamata berfilter Bulan (ya, tidak ada filter Bulan!), mengamati dengan mata telanjang saja sudah sangat aman karena Anda nantinya hanya akan melihat Bulan Purnama yang sedikit meredup di langit.

Tapi bagi Anda yang seorang fotografer, momen Gerhana Bulan Penumbra ini cukup sayang untuk dilewatkan. Anda dapat memotret wajah Bulan sebelum dan saat puncak gerhana penumbra. Tentu hasilnya akan sangat menarik seperti foto paling atas pada artikel ini.


Pada Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016, 77% dari wajah Bulan Purnama akan terhalang bayangan penumbra Bumi pada saat puncak gerhana. 


sumber: 
- https://news.detik.com/berita/3171949/malam-ini-terjadi-gerhana-bulan-penumbra-tapi-susah-dilihat
http://www.infoastronomy.org/2016/03/gerhana-bulan-penumbra-23-maret-2016.html?m=1

Selasa, 10 Januari 2017

Rangkaian OP AMP

Operasional amplifier (Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi  dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier (Op-Amp). Pada dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat diferensial yang memiliki 2 input dan 1 output.


Op-amp ini digunakan untuk membentuk fungsi-fungsi linier yang bermacam-mcam atau dapat juga digunakan untuk operasi-operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu linier dasar. Penguat operasional (Op-Amp) merupakan komponen elektronika analog yang berfungsi sebagai amplifier multiguna dalam bentuk IC.



 Langkah-langkah membuat rangkaian tersebut:

1.  Buka aplikasi Proteus Pro

2. Tentukan kompenen yang akan di pilih(Rangkaian di atas menggunakan resistor 10K ohm dan ic741

3. Hubungkan rangkaian tersebut yang akan menjadi rangkaian OP-AMP

4. Selesai

      


Selasa, 03 Januari 2017

Astabil Multivibrator

Multivibrator adalah suatu rangkaian yang mengeluarkan tegangan bentuk blok atau pulsa. Sebenarnya multivibrator adalah penguat transistor dua tingkat yang dihubungkan dengan kondensator, dimana output dari tingkat yang terakhir dihubungkan dengan penguat pertama, sehingga kedua transistor itu akan saling umpan balik. Astabil Multivibrator merupakan salah satu jenis multivibrator yang berguncang bebas (free running) dan tersulut (triggering).






Disebut sebagai astable multivibrator apabila kedua tingkat tegangan keluaran ya.Untuk membuat rangkaiannya dengan proteus itu cukup mudah hanya tinggal menginput komponennya dan menggambar line-nya :
1.  Input komponen dalam proteus dengan meng-klik tanda”P” di bawah gambar peta awal di sebelah kiri.Pilih komponen yang dinginkan bisa juga dengan mengetik nama komponennya yang automaris akan ketemu. Setelah dipilih klik “OK” dan komponen akan ada berada dibawah lambang “P”.
2.  komponen yang tersedia tinggal di masukan ke lembar kertas hanya tinggal mengklik ke lembarnya.
3.  komponen yang telah terinput di sambungkan dengan line-line atau wiring, seoerti menggambar garis hanya tinggal klik ujung kabel pada komponen ke komponen lainnya. Selesai




Jumat, 18 November 2016

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT



1. PELAPISAN SOSIAL


A.   PENGERTIAN

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. individu-individu yang terdiri dari berbagai berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuk lah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuk masyarakat yang berstrata.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil.Sehubung dengan ini, maka dengan sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pembentukkannya mempunyai gejala yang sama.
      Betapa undividu dan masyarakat adalah komplementer daoa kita lihat dari kenyataan bahwa:
1.                    Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
2.        Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perbubahan besar masyarakatnya
Setelah itu kita mengerti bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu mengalami perubahan sosial,marilah kita pelajari apa yang di maksud dengan Stratifikasi Sosial Atau Pelapisan Masyarakat.
Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering di terjemahkan dengan Pelapisan Masyarakat.Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan yang sama menurut ukuran masyarakatnya,dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.
Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat di dalam sistem sosial di dalam hal pembedaan hak, pengaruh dan kekuasaan
Masyarakat yang berstratifikasi sering di lukiskan sebagai suatu kerucut atau primida,dimana lapisan di bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B.   PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dari pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno.Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan.Tetapi hal ini perlu di ingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan,semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri

Kita lihat saja misalnya kedudukan laki laki di Jawa berbeda dengan kedudukan laki-laki di Minangkabau.Dijawa kekuasaan keluarga di tangan ayang sedangkan di Minangkabau tidak demikian.Dalam hubugannya dengan pembagian pekerjaan pun setiap suku bangsa memiliki cara sendiri-sendiri di Irian misalnya atau di Bali,wanita harus bekerja lebih keras daripada dengan laki
Di dalam organisasi masyarakat primitif pun dimana belum mengenal tulisan,pelapisan masyarakat itu sudah ada.Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut
1.     Adanya kelompok bedasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban
2.  Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewah
3.     Adanya pemimpin yang paling berpengaruh
4.   Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindgungan hukum(Cutlaw Men)
5.     Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri
6.  Adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum

C.   TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

-Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu di bentuk bukan bedasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu,tetapi bedasarkan berjalan secara alamiah dengan sendirinya,pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tunbuh dengan sendirinya.
Oleh karena sifatnya tanpa di sengaja ini maka bentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat,waktu dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku
Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya,maka kedudukan seseorang pada suatu strata atau pelapisan adalah secara otomatis,misalnya karena usia,karena pemilikan kepandaian yang lebih atau kerabat pembuka,tanah,seseorang yang memiliki bakat senin atau sakti.

-Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja bertujuan untuk mengajar tujuan bersama.Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang di berikan kepada seseorang.Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka di dalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di temapat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horizontal
Sistem pelapisan yang di bentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintah,organisasi partai politik,perusahaan besar,perkumpulan-perkumpulan resmi,dan lain-lain.Pendek kata di dalam organisasi formal.Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem,ialah:


1.    Sistem Fungsional; Merupakan pembagian kerja kepada kependudukan yang tingkatnya berdampingan dan haris bekerja dalam kedudukan yang sederajat,misalanya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala-kepala seksi dan lain-lain.
2.      Sistem Skalar; Merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas(vertikal)
Pembagian kedudukan ini di dalam organisasi formal pada pokoknya di perlukan agar organisasi itu dapat bergerak secara teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Tetapi sebenernya pula kelemahan yang disebabkan sistem yang demikian itu

D.   PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya,maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi:

1.      Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di dalam sistem ini permindahan anggota masyarakat ke pelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi,kecuali hal-hal yang istimewah.Di dalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran.Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi dalam:
· Kasta Brahmana Yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi
· Kasta Ksatria : Merupakan kasta dari golongan bangasawan dan tentara yang di pandang sebagai lapisan kedua
·  Kasta Waisya : Merupakan kasta dari golongan pedagang yang di pandang sebagai lapisan menengah ketiga
·     Kasta Sudra : Merupakan kasta dari golongan rakyat jelata
·  Paria : Adalah golongan dari mereka yang tidak mempunyai kasta.Yang termasuk golongan ini misalnya kaum gelandangan,peminta,dan sebagainya

2.      Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.
Sistem yang demikian ini dapat temukan misalnya di dalam masyarakat di Indonesia sekrang ini.Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesemptan dan kemampuan untuk itu.Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya.
Status(kedudukan)yang diperoleh bedasarkan atas usaha sendiri disebut”Arcieve status”
Dalam hubungannya dengan pembangunan masyarakat,sistem pelapisan masyarakat yang terbuka sangat menguntungkan.Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain.Dengan demikian orang berusaha untuk mengembangkan segala kecakapannya agar dapat meraih kedudukan yang dicita-citakan.Demikian sebaliknya bagi mereka yang tidak bermutu akan semakin didesak oleh merekan yang cakap sehingga yang bersangkutan bisa jadi jatuh ke tangga sosial yang lebih rendah

E.    BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL

Bentuk kongkrit daripada pelapisan masyarakaat ada beberapa macam.Ada sementara sarjana yang yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat bedasarkan salah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi,atau aspek politik saja,tetapi sementara itu ada pula yang melihatnya melalui berbagai ukuran secara komprehensif
Selajutnya itu ada yang membagi pelapisan masyarakat ke dalam jumlah yang lebih sederhana(misalnya membagi hanya menjadi dua bagian).Sementara itu ada pula yang membagi jadi tiga lapisan atau lebih.
            Ada yang membagi pelapisan masyarakat sebagai berikut ini:
             1. Masyarakat terdiri dari kelas atas(upper class) dan kelas ke bawah(lower class)                              2. Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas(upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas ke bawah (lower class)
          3.Sementara itu ada pula sering kita dengar:kelas atas(upper class), kelas menengah (middle class),kelas menengah ke bawah(middle lower class) dan kelas ke bawah(lower class)

      Pada umumnya golongan yang menduduki kelas bawah jumlah orangnya daripada kelas menengah,demikian seterusnya semakin tinggi golongannya semakin dikit jumlah orangnya.Dengan demikian sistem pelapisan masyarakat itu mengikuti piramid.
       Orang dapat menduduki lapisan(atau isitilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa faktor seperti misalnya:keturunan,kecakepan,pengaruh kekuatan dan lain sebagainya
       Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda didalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat

Beberapa dicantukan disini:
1.      Aristoteles mengatakan bahwa didalam tiap-tiap negara dapat tiga untuk,yaitu yang kaya sekali,mereka yang melarat sekali dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.Disini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya,menengah dan melarat.
2.      Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA. menyatakan sebagai berikut:selama di dalam masyarakat ada suatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu mejadi bibit yang yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dakam masyarakat.
3.      Vilfredo Pareto, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-orang yang kecakepan,watak,keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda
4.      Gaotano Mosa,di dalam”The Ruling Class”menyatakan sebagai berikut:
Di dalam seluruh masyarakat dari yang kurang berkembang,sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.Kelas yang pertama,jumlahnya selalu sedikit menjalankan peranan-peranan politik,monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu
5.      Karl Marx di dalam menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia,pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya tetapi hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.





2.KESAMAAN DERAJAT

Sifat perhubungan antara mansia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik,artinya seseorang itu sebagai anggota masyarakatnya,mempunyai hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam Undang-Undang(konstitusi)sebagai hak dan kewajiban asasi.Untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban ini dengan bebas darirasa takut perlu adanya jaminan dan yang mampu memberi jaminan ini adalah pemerintah yang kuat dan berwibawa.Didalam susunan negara modern hak-hak dan kebebasan-kebebasan asasi manusia itu dilindungi oleh Undang-Undang dan menjadi hukum posifit.Undang-Udang tersebut berlakusama pada setiap orang tanpa kecualinya dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan ini dijamin oleh Undang-Undang.Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan.Hak inilah yang dikenal sebagai Hak Asasi Manusia

1)      Persamaan Hak

Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-laun dirasakan sebagai sebagai suatu yang mengganggu karena dimana kekuasaan negara itu berkembang,terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.Dan di sinilah timbul persengketaan pokok antara dua kekuasaan itu secara porinsip,yaitu kekuasaan manusia yang terwujud dalam hak-hak dasar beserta kebebasan asasi yang selamaitu dimilikinya dengan leluasa,dan kekuasaan yang melekat pada organisasi baru dalam bentuk masyarakat yang merupakan negara tadi.
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pernyataan Sedunia Tentang Hak-hak(asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti dalam:
-Pasal 1                  :“Sekajian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama.Mereka dikarunia akal dan budi,hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.”
-Pasal 1 ayat 2        : “Setiap orang berhak atas semua hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum dalam pernyataan ini degan tak ada kecuali apapun,seperti misalnya bangsa,warna jenis kelamin,bahasa agama,politik atau pendapat lain,asal mula kebangsaan atau kemasyaratan milih,kelahiran atau kedudukan.”
-Pasal 7                   : “Sekalian orang adalah sama terhadap Undang-Undang dan berhak atas perlindungan hukum yang sama degan tak ada perbedaan.Sekalian orang berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap perbedaan yang memperkosa pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang ditujukan kepada perbedaan semacam ini.”


2. PERSAMAAN DERAJAT DI INDONESIA
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secarajelas. Sebagaimana kita ketahui Negara Republik Indo­nesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan, dan ini sebagai konsekuensi prinsip dari kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan.
Hukum dibuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbedaan. Kalau kita lihat ada empat pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak-hak asasi itu yakni pasal 27, 28, 29 dan 31. Empat pokok hak-hak asasi dalam empat pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut :
Pertama tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara di dalam hukum dan di muka pemerintahan. Pasal 27 ayat 1 menetapkan : bahwa : "Segala Warga Negara bersaamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya."
Di dalam perumusan ini dinyatakan adanya suatu kewajiban dasar di camping hak asasi yang dimiliki oleh warga negara, yaitu kewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Dengan demikian perumusan ini secara prinsipil telah membuka suatu sistem yang berlainan sekali daripada sistem perumusan "Human Rights" itu secara Barat, hanya menyebutkan hak tanpa ada kewajiban di sampingnya.
Kemudian yang ditetapkan dalam pasal 27 ayat 2, ialah hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Kemudian yang ditetapkan dalam pasal 28 ditetapkan, bahwa "kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-undang."
Pokok ketiga, dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, yang berbunyi sebagai berikut : "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."
Pokok keempat, adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran yang berbunyi : (1) "Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran" dan (2) "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang".